Kriptografi berasal dari asal kata Yunani
kryptos dan gráphō, yang mempunyai arti "tulisan tersembunyi", telah
ada hampir sepanjang kata-kata tertulis. Sepanjang masa, keuntungan dalam
pertempuran antara ahli kriptologi (pembuat kode) dan cryptanalysts (pemecah kode)
telah berpindah tangan berkali-kali. Peristiwa berikut ini adalah beberapa yang
paling penting dalam sejarah perkembangan kriptografi.
Abad ke-5
SM digunakannya kriptografi oleh Jendral Spartan untuk bertukar pesan rahasia
menggunakan pita sempit membungkus perkamen sekitar staf silinder dikenal
sebagai scytale, kemudian menyalin pesan mereka pada papirus. Pesan hanya dapat
dibaca saat papirus adalah ulang luka di sekitar scytale ketebalan yang sama.
Ini adalah penggunaan yang tercatat paling awal apa yang sekarang dikenal
sebagai cipher transposisi.
Abad ke-2
SM - Sejarawan Polybius Yunani mengembangkan salah satu yang paling awal
tercatat yaitu cipher substitusi dengan mengganti huruf-huruf alfabet, disusun
dalam Polybius persegi, dengan angka.
Abad ke-1
SM - jenderal Romawi menggunakan cipher pergeseran sederhana, di mana setiap
huruf dari pesan plaintext akan bergeser jumlah tetap huruf dalam alfabet untuk
menghasilkan ciphertext. Sandi kemudian dikenal sebagai sandi Caesar setelah
Julius Caesar, yang konon lebih suka pergeseran dari tiga huruf.
Abad ke-9
- matematikawan Islam Yaqūb bin Yusuf Abu Ishaq al-Kindi menerbitkan buku teks
pertama memecahkan kode, A Manuscript on Deciphering Cryptographic Messages.
Al-Kindi memperkenalkan buku klasifikasi cipher, polyalphabetic sandi, dan
analisis frekuensi, teknik penting yang digunakan dalam memecahkan cipher
substitusi. Analisis frekuensi menggunakan frekuensi relatif simbol dalam pesan
berkode untuk mengungkapkan apa huruf alfabet.
Berdasarkan
historisnya, metoda enkripsi dibagi menjadi dua bagian :
A.
Chiper
Substitusi
Pada suatu cipher substitusi masing – masing huruf atau kelompok akan digantikan dengan huruf atau kelompok huruf lainnya untuk disamarkan. Salah satu cipher paling tua dikenal dengan sebutan Cipher Caesar yang dikaitkan dengan Julius Caesar, dalam Cipher ini plaintext diberikan dalam huruf kecil sedangkan Ciphertext diberikan dalam huruf besar.
Tabel
substitusi:
•
pi : A B C D E F G H I J K L M N
O P Q R S T U V W X Y Z
•
ci : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C
System
umum ini biasa disebut Substitusi Monoalphabetis, yang berkaitan dengan
alphabet
Contoh pesan:
Contoh pesan:
BERIKAN LAPORAN INI PADA BAGIAN
PEMASARAN
disamarkan
(enskripsi) menjadi
EHULNDQ
ODSRUDQ LQL SDGD EDJLDQ SHPDVDUDQ
Penerima
pesan mendekripsi chiperteks dengan menggunakan tabel
substitusi,
sehingga chiperteks
EHULNDQ
ODSRUDQ LQL SDGD EDJLDQ SHPDVDUDQ
dapat
dikembalikan menjadi plainteks semula:
BERIKAN LAPORAN INI PADA BAGIAN
PEMASARAN.
B.
Chiper
Transposisi
Cipherteks
diperoleh dengan mengubah posisi huruf didalam plainteks. Dengan kata lain,
algoritma ini melakukan transpose terhadap rangkaian huruf di dalam plainteks. Nama
lain untuk metode ini adalah permutasi, karena transpose setiap karakter di
dalam teks sama dengan mempermutasikan karakter-karakter tersebut.
Contohnya adalah “
BERIKAN LAPORAN INI
PADA BAGIAN PEMASARAN ”.
1.
Enkripsi
selebar 6 karakter.
BERIKA
NLAPOR
ANINIP
ADABAG
IANPEM
ASARAN
2. Chiperteks(baca secara vertikal)
BNAAIAELNDASRAIANAIPNBPRKOIAEAARPGMN
3. Deskripsi pesan, dengan cara
panjang chiperteks dibagi dengan kunci. Pada contoh, kita membagi 36 dengan
6untuk mendapatkan 6.
4. Chiperteks ditulis dalam
baris-baris selebar 6 karakter.
BNAAIA
ELNDAS
RAIANA
IPNBPR
KOIAEA
ARPGMN
5. Dengan membaca setiap kolom kita
memperoleh pesan semula:
BERIKAN LAPORAN INI PADA BAGIAN PEMASARAN.