Rabu, 26 September 2012

Sejarah dan Pengertian Kriptografi

Kriptografi berasal dari asal kata Yunani kryptos dan gráphō, yang mempunyai arti "tulisan tersembunyi", telah ada hampir sepanjang kata-kata tertulis. Sepanjang masa, keuntungan dalam pertempuran antara ahli kriptologi (pembuat kode) dan cryptanalysts (pemecah kode) telah berpindah tangan berkali-kali. Peristiwa berikut ini adalah beberapa yang paling penting dalam sejarah perkembangan kriptografi.

Abad ke-5 SM digunakannya kriptografi oleh Jendral Spartan untuk bertukar pesan rahasia menggunakan pita sempit membungkus perkamen sekitar staf silinder dikenal sebagai scytale, kemudian menyalin pesan mereka pada papirus. Pesan hanya dapat dibaca saat papirus adalah ulang luka di sekitar scytale ketebalan yang sama. Ini adalah penggunaan yang tercatat paling awal apa yang sekarang dikenal sebagai cipher transposisi.

Abad ke-2 SM - Sejarawan Polybius Yunani mengembangkan salah satu yang paling awal tercatat yaitu cipher substitusi dengan mengganti huruf-huruf alfabet, disusun dalam Polybius persegi, dengan angka.

Abad ke-1 SM - jenderal Romawi menggunakan cipher pergeseran sederhana, di mana setiap huruf dari pesan plaintext akan bergeser jumlah tetap huruf dalam alfabet untuk menghasilkan ciphertext. Sandi kemudian dikenal sebagai sandi Caesar setelah Julius Caesar, yang konon lebih suka pergeseran dari tiga huruf.

Abad ke-9 - matematikawan Islam Yaqūb bin Yusuf Abu Ishaq al-Kindi menerbitkan buku teks pertama memecahkan kode, A Manuscript on Deciphering Cryptographic Messages. Al-Kindi memperkenalkan buku klasifikasi cipher, polyalphabetic sandi, dan analisis frekuensi, teknik penting yang digunakan dalam memecahkan cipher substitusi. Analisis frekuensi menggunakan frekuensi relatif simbol dalam pesan berkode untuk mengungkapkan apa huruf alfabet.

Berdasarkan historisnya, metoda enkripsi dibagi menjadi dua bagian :

A. Chiper Substitusi

Pada suatu cipher substitusi masing – masing huruf atau kelompok akan digantikan dengan huruf atau kelompok huruf lainnya untuk disamarkan. Salah satu cipher paling tua dikenal dengan sebutan Cipher Caesar yang dikaitkan dengan Julius Caesar, dalam Cipher ini plaintext diberikan dalam huruf kecil sedangkan Ciphertext diberikan dalam huruf besar.
Tabel substitusi:
pi : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
ci : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C
System umum ini biasa disebut Substitusi Monoalphabetis, yang berkaitan dengan alphabet
Contoh pesan:
BERIKAN LAPORAN INI PADA BAGIAN PEMASARAN

disamarkan (enskripsi) menjadi
EHULNDQ ODSRUDQ LQL SDGD EDJLDQ SHPDVDUDQ

Penerima pesan mendekripsi chiperteks dengan menggunakan tabel
substitusi, sehingga chiperteks
EHULNDQ ODSRUDQ LQL SDGD EDJLDQ SHPDVDUDQ

dapat dikembalikan menjadi plainteks semula:
BERIKAN LAPORAN INI PADA BAGIAN PEMASARAN.

B. Chiper Transposisi

Cipherteks diperoleh dengan mengubah posisi huruf didalam plainteks. Dengan kata lain, algoritma ini melakukan transpose terhadap rangkaian huruf di dalam plainteks. Nama lain untuk metode ini adalah permutasi, karena transpose setiap karakter di dalam teks sama dengan mempermutasikan karakter-karakter tersebut.
Contohnya adalah BERIKAN LAPORAN INI PADA BAGIAN PEMASARAN ”.
1.     Enkripsi selebar 6 karakter.
BERIKA
NLAPOR
ANINIP
ADABAG
IANPEM
ASARAN
2.    Chiperteks(baca secara vertikal)
BNAAIAELNDASRAIANAIPNBPRKOIAEAARPGMN
3.    Deskripsi pesan, dengan cara panjang chiperteks dibagi dengan kunci. Pada contoh, kita membagi 36 dengan 6untuk mendapatkan 6.
4.    Chiperteks ditulis dalam baris-baris selebar 6 karakter.
BNAAIA
ELNDAS
RAIANA
IPNBPR
KOIAEA
ARPGMN
5.    Dengan membaca setiap kolom kita memperoleh pesan semula:
BERIKAN LAPORAN INI PADA BAGIAN PEMASARAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar